Teruntuk Yang Tiba-Tiba Saja Ada


semoga kamu bahagia, kehilangan seseorang, ingin bersama lagi, aku terluka, hati yang terluka, merindukan punggungmu, tidak pantas terluka  diamonita.blogspot.com

Hai, bagaimana keadaanmu? Semoga kamu tetap bahagia.
Sungguh tak di sangka dan di luar dugaan, bukan? Tiba-tiba saja kamu ada.
Menyelinap dalam luka yang masih sangat menganga.

Menulis ini, aku menghela nafas.
Bagaimana tidak? Kamu masuk ke dalam hari-hariku.
Mendengar sisi gelisahku atas kehilangan lelaki yang mendebarkan dada dengan sabar.
Di malam kesekian, kamu berkata ingin bersama.

Ini sungguh meresahkan.
Bagaimana bisa aku mengiyakan? Lukaku belum kering. Masih menganga.
Kadang ngilu yang di hadirkannya membuat tangis pecah. Bak wanita gila aku tergugu di bilik kamar.

Aku berterimakasih atas apa-apa saja yang telah kamu lakukan untuk menutupi luka ini, tapi sungguh, luka ini masih begitu ngilu, begitu sakit.
Malam ini, kita bepergian. Lagi. “Kemana saja, asal kamu tidak berlarut dalam sepi” katamu. Tapi hey, tahukah kamu? Tak sampai tiga detik, aku terkejut, betapa tidak semua punggung yang ketika di peluk mampu menghadirkan kenyamanan. Seketika itu juga aku melepas tanganku.

Entah pertanyaan apa yang kamu lontarkan padaku saat itu, aku tidak tahu.
Yang aku tahu, fikiranku sedang tak di sana.
Aku merindukan satu punggung. Punggung yang mampu membuat betah.
Punggung yang pemiliknya telah melupa.

Kepada yang tiba-tiba saja ada, tolong jangan berharap apapun.
Aku masih terlalu rapuh untuk di bebani dengan apa-apa yang mereka sebut sebagai cinta.
Bukan aku tak tahu diri atau tak mau membalas kebaikanmu yang dengan rela mendengar cerita tentang lelaki pencipta debar itu
Hanya saja, kamu tak pantas terluka. Aku takut cinta yang dahulu begitu besar itu akan menyakitimu.
Mungkin, nanti akan ada hari di mana aku dan kamu benar-benar saling cinta.

MEL
PENULIS:

MAHASISWI
AGE: UNKNOWN

loading...