Jangan buru-buru panik jika anak anda terserang flu, pilek, batuk, atau demam. Semua orang tentu pernah mengalaminya, dan ini adalah penyakit lumrah. Beberapa orang tua yang panik dengan kondisi anaknya yang sakit, dan biasanya langsung membawanya ke dokter untuk meminta obat agar cepat sembuh. Dokter yang Anda kunjungi bisa jadi memberikan antibiotik untuk menangkal penyakit tersebut. Perlu diketahui, sering mengkonsumsi antibiotik bisa menyebabkan efek samping serius berkepanjangan. Tentunya para orang tua harus bisa lebih bijak menanggapi setiap kondisi tak terduga yang terjadi pada anaknya.
Pemberian antibiotik bisa jadi bukanlah langkah yang tepat. Karena tugas antibiotik bukan membunuh, tapi melumpuhkan virus penyebab penyakit. Alhasil, terlalu sering memberikan obat antibiotik justru melatih virus di dalam tubuh untuk kebal terhadap antibiotik. Akibatnya antibiotik tak lagi mempan terhadap virus. Padahal dewasa ini, penemuan antibiotik baru belum juga ditemukan oleh para ilmuwan.
Tubuh manusia sudah dibekali dengan sistem imunitas yang baik sejak lahir. Jika tubuh terkena infeksi bakteri, sistem kekebalan tubuh ini akan bekerja untuk mengatasi virus. Jika imunitas tubuh ini bekerja kurang baik, maka tubuh manusia butuh istirahat dan asupan makanan yang banyak untuk membantu sistem kekebalan tubuh ini melumpuhkan virus yang menyerang. Anti biotik belum diperlukan benar untuk menangkal penyakit tertentu. Yang terjadi jika terus diberikan antibiotik, kekebalan tubuh bisa mengalami penurunan dan memungkinkan virus lebih ganas menyerang. Itulah sebabnya ada anak yang malah menjadi sering sakit setelah beberapa kali sembuh menggunakan antibiotik. Ini karena antibiotiknya sudah tidak bekerja dengan baik, ditambah menurunnya kualitas imunitas tubuh.
Ditambah lagi beberapa efek samping yang ditimbulkan oleh antibiotik, yaitu gangguan pencernaan, gangguan jantung, infeksi lain, alergi, dan yang terparah dapat menjadi kebal terhadap antibiotik. Setiap penggunaannya pada tubuh maka berarti kita sedang memberikan kesempatan pada kuman untuk kebal terhadap antibiotik. Untuk itu dibutuhkan dosis berbeda, dan ini bisa membahayakan. Efek yang terjadi bisa dirasakan seumur hidup karena virus dalam tubuh tidak pernah mati, hanya melemahkan atau bisa tak terasa jika tubuh memiliki stamina yang baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai antibiotik adalah jangan membiasakan diri memberikan antibiotik untuk penyakit ringan seperti flu, batuk, pilek atau demam. Antibiotik hanya diberikan untuk penyakit yang penyebabnya adalah infeksi bakteri, bukan virus. Usahakan memperbanyak istirahat dan konsumsi makanan yang mengandung vitamin dan energi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh menjadi lebih stabil. Bila memang antibiotik harus diberikan, diperlukan dosis yang sangat tepat sesuai petunjuk dokter untuk menghindari penggunaan antibiotik yang berlebihan.